welcome to my blog :) thank's for ur attention ^^

Kamis, 15 Maret 2012

Kalimat langsung dan tidak langsung


I)

KALIMAT LANGSUNG adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan atau ujaran orang lain, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Bentuk dari kalimat langsung dapat berupa kalimat berita, kalimat tanya, kalimat perintah, ataupun kalimat seru.

Ciri – ciri kalimat langsung   :

1. Bertanda petik dalam bahasa tertulis.
2. Intonasi: bagian kutipan bernada
    lebih tinggi dari bagian lainnya.
3. Berkemungkinan susunan :
    a. pengiring/kutipan
    b. kutipan/pengiring
    c. kutipan/pengiring/kutipan
4. Penulisan huruf awal kutipan dengan huruf kapital pada susunan cara ke-1, ke-2, dan kutipan pertama cara ke-3.
5. Bagian kutipan ada yang berupa kalimat tanya, kalimat berita, atau kalimat 
    perintah              


Contoh   :  (1)  “Kamu memang anak baik.” Kata ibu kepada Budi
     (2) “Saya nanti sore akan kerumahmu.” Kata weby
     (3) Ayah menyuruh,”Antarkan surat ini ke kantor bapak!”
     (4) “Ayo,masuk satu-satu!” Gertak polisi kepada ketiga oramg pencopet itu yang
           baru saja tertangkap
     (5) “Siapa biang keladi bom bali itu?” Tanya wartawan kepada Kadispen Polri
     (6) “Kak,kau dipanggil ibu!” Kata lilis,”Di suruh makan.”
     (7) Ibu berkata, “Anis, jangan bermain-main saja, kamu harus belajar !”
     (8) Ibu berkata,”kamu harus rajin belajar!”
     (9)“kakak, jangan lupa menjemput ibu!” Kata andi kepada kakaknya.
    (10)Kata Dhani,” Coba kamu bantu saya menyelesaikan tugas ini!” 

II)

KALIMAT TAK LANGSUNG adalah kalimat yang melaporkan/memberitahukan ucapan atau ujaran orang lain. Bentuk dari kalimat tidak langsung hanya berupa kalimat berita.

Ciri-ciri kalimat tidak langsung   :

1. Tidak bertanda petik.
2. Intonasi mendatar dan menurun
    pada akhir kalimat.
3. Pelaku yang dinyatakan pada isi kalimat langsung mengalami perubahan, yakni:
    a. kata ganti orang ke-1 menjadi orang ke-3.
    b. kata ganti orang ke-2 menjadi orang ke-1.
    c. kata ganti orang ke-2 jamak atau kita menjadi kami atau mereka, sesuai dengan isinya.
4. Berkata tugas: bahwa, agar, sebab, untuk, supaya, tentang, dan sebagainya.
5. Bagian kutipan semuanya berbentuk kalimat berita.

Contoh   : (1) Ibu mengatakan kepada aku bahwa aku memang anak baik.
     (2) Webby mengatakan bahwa dia akan datang ke rumahku nanti sore.
     (3) Ayah menyuruhku mengantarkan surat ini ke ka kantornya.
     (4) Polisi menggertak tiga pencopet yang baru saja tertangkap agar mereka masuk satu-
           persatu
     (5) Wartawan bertanya kepada kadispen polri tentang siapa-siapa yang menjadi biang
           keladi bom bali itu.
     (6) Lilis berkata kepada kakaknya bahwa ia dipanggil ibu untuk makan.
     (7) Ibu mengatakan bahwa aku jangan bermain-main dan aku harus belajar.
     (8) Ibu berkata bahwa aku harus rajin belajar.
     (9) Andi mengingatkan kakaknya agar tidak lupa untuk menjemput ibu.
    (10) Dhani mengatakan supaya saya membatu dia menyelesaikan tugas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar